Serangan Sisi Kanan AC Milan yang Menjadi Bumerang

Agen Sbobet

Juventus turun dengan formasi dasar 3-5-2 pada laga ini. Di lini belakang, meski harus bermain tanpa Leonardo Bonucci yang terkena akumulasi kartu, pelatih Juventus, Massimilliano Allegri menurunkan tiga pemain bertipe bek tengah, yakni Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli, dan Daniele Rugani.

Di kedua sayap, Allegri memainkan Patrice Evra dan Stephan Lichtsteiner yang biasanya bermain sebagai full-back. Sementara di lini depan, Allegri memercayakan Mario Mandzukic dan pencetak gol terbanyak Juventus musim ini, Paulo Dybala. Gianluigi Buffon hanya menjadi cadangan karena di Coppa Italia Juventus selalu menurunkan Neto Murara.

Lini pertahanan Juventus ini bermain fleksibel. Dalam beberapa situasi, Juve terlihat bermain dengan formasi 4-4-2 bahkan 5-3-2. Lini pertahanan Juventus menyesuaikan dengan gaya menyerang AC Milan, dan ini yang membuat serangan Milan tak begitu efektif karena Juve memiliki berbagai alternatif strategi.

Karena pergeseran-pergeseran inilah yang membuat Milan kesulitan menciptakan peluang terbuka. Beberapa kali Davide Calabria berhasil mengirim umpan silang, namun selalu bisa digagalkan Chiellini-Barzagli-Rugani. Karenanya pilihan paling realistis dari Milan adalah dengan menciptakan peluang dari depan kotak penalti.

Milan sendiri begitu dominan menyerang lewat sayap kanan. Calabria sangat aktif melakukan overlap dibanding sisi kiri yang dihuni Mattia De Scigilio. Bek berusia 19 tahun tersebut melepaskan delapan umpan silang (De Sciglio hanya tiga kali). Pemain asli akademi Milan ini pun menjadi pemain kedua terbanyak dalam melepas operan (90 kali).

Namun begitu mengandalkan Calabria menjadi petaka bagi Milan. Gol Juventus yang dicetak Morata lahir karena keterlambatan Calabria kembali ke lini pertahanan. Morata yang masuk menggantikan Hernanes pada menit ke-118, menerima umpan silang dari Juan Cuadrado di sisi kanan.

Skema ini tidak akan terjadi jika Allegri tak jeli. Selama 90 menit, meski terus mendapatkan tekanan, Allegri tetap tak mengubah pakem 3-5-2 yang sudah diperagakan sejak awal pertandingan.

Namun pergantian pemain yang dilakukan Allegri terbukti efektif. Lichtsteiner digantikan Cuadrado, Alex Sandro menggantikan Patrice Evra. Kedua pemain yang dimasukkan bertipikal serupa, handal dalam membantu serangan.

Hanya saja Juve belum mampu mencetak gol setelah terjadi pergantian ini. Hingga akhirnya pada menit ke-108, Morata dimasukkan menggantikan Morata. Perubahan formasi dasar pun terjadi, Juve memiliki tiga penyerang karena Mandzukic dan Dybala belum digantikan.

Pada proses terjadinya gol Morata, serangan bermula dari Dybala yang memang sering kali turun hingga ke tengah, bekerja sama dengan Lemina. Lemina kemudian memberikan bola pada Cuadrado. Dengan umpan silangnya, yang bermula dari serangan balik, ia mengirimkan bola pada Morata yang sedari awal berada di sisi kiri. Hal ini tentu saja tidak akan terjadi jika Juve tetap memainkan dua penyerang seperti sejak awal pertandingan.

33 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply