Rahasia Bilic Menjadikan West Ham Sebagai Giant Killer

Agen Sbobet

Mengalahkan kesebelasan bertabur bintang jelas bukan hal yang mudah bagi siapapun. Namun, berhasil tak kalah (bahkan menang) dari semua kesebelasan besar Liga Primer musim ini jelas prestasi yang membanggakan untuk kesebelasan sekelas West Ham.

Namun bagi Bilic, mungkin hal tersebut bukan hal yang aneh. Justru sebaliknya, bagi pelatih yang juga sempat memiliki band bernama Rawbau di Kroasia ini, mengalahkan kesebelasan besar lebih mudah ketimbang mengalahkan kesebelasan dengan level reputasi yang sama atau lebih rendah.

Hal ini sudah Bilic katakan jauh sebelum ia melatih di Inggris musim ini. Saat melatih Kroasia, ia tercatat berhasil mengalahkan Jerman, Italia, serta dua kali mengalahkan Inggris. Hasil imbang juga pernah ditorehkan saat menghadapi Prancis dan Italia.

Dalam pemaparannya saat mengalahkan Jerman dengan skor 2-0 di Piala Eropa 2008, selain strategi yang ia terapkan, Bilic mengatakan bahwa baginya lebih mudah mengalahkan kesebelasan yang lebih kuat dari timnya. Hal ini dikarenakan kesebelasan besar biasanya memiliki pakem bermain tertentu sehingga mudah terbaca permainannya.

“Lucunya, lebih mudah mempersiapkan tim untuk menghadapi kesebelasan seperti Jerman ketimbang menghadapi kesebelasan seperti Austria. Semakin besar sebuah kesebelasan, semakin bisa terprediksi cara bermain mereka,” ujar Bilic seperti yang dikutip Independent pada 2008.

“Ini sama halnya jika kita membicarakan Manchester United, misalnya. Mereka sudah memiliki cara bermain mereka sendiri. Yang tinggal dilakukan selanjutnya adalah dengan memastikan para pemain agar bisa menghadapi mereka,” sambungnya.

Ternyata apa yang dikatakannya delapan tahun lalu itu bukan omong kosong. Pada pertemuan pertama menghadapi Manchester United, anak asuhnya berhasil bermain imbang 0-0 di Old Trafford. Sementara saat bermain di Boleyn Ground, Bilic berhasil menjungkalkan MU dengan skor 3-2.

Bilic menyukai permainan terbuka. Dan permainan terbuka, menurutnya, sangat cocok menghadapi kesebelasan besar yang biasanya sama-sama memainkan permainan terbuka. Dengan lawan bermain terbuka, akan mudah menemukan celah yang bisa dieksploitasi.

Filosofi yang dianut Bilic terbukti membuat kesebelasan-kesebelasan papan atas Liga Primer gigit jari. Karena ulahnya, Manchester United, Manchester City, Liverpool, Arsenal, dan Chelsea harus kehilangan setidaknya empat poin. Belum lagi setiap kekalahan, apalagi dikalahkan kesebelasan dengan reputasi lebih kecil, bisa memengaruhi mental para pemain kesebelasan besar.

Dengan cara itulah Bilic “merusak” hegemoni Liga Primer yang biasanya hanya menjadi milik kesebelasan-kesebelasan mapan. Meski tak berakhir seperti Leicester City, menempati peringkat enam di akhir klasemen (atau peringkat lima jika menyalip Manchester United pada pekan terakhir) merupakan prestasi terbaik dalam 16 tahun terakhir.

Belum lagi pada tengah musim ini mereka sempat terganggu ketika Dimitri Payet yang menjadi andalan musim ini mengalami cedera dan absen di delapan pertandingan West Ham. Musim depan, West Ham bisa jadi akan lebih mengerikan dibanding musim ini.

24 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply