Dominasi AC Milan dan Keunggulan di Lini Tengah

Agen Sbobet

AC Milan selalu unggul penguasaan bola di setiap babak. Sejak babak pertama, AC Milan sudah mendominasi pertandingan. Selain unggul penguasaan bola 57% berbanding 43%, pada babak pertama skuat besutan Christian Brocchi ini melepaskan 10 tembakan sedangkan Juventus hanya satu tembakan.

Pada babak kedua, Milan masih unggul penguasaan bola walau tipis (54%-45%). Juve memang bangkit pada babak kedua. Namun pada perpanjangan waktu (2×15 menit), AC Milan kembali mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola 59% berbanding 41%.

Unggul penguasaan bola, apalagi menghadapi kesebelasan seperti Juventus, sebenarnya menjadi catatan tersendiri bagi AC Milan. Di Serie A, Milan kerap kali kerepotan menghadapi kesebelasan papan atas, dan menurut whoscored, Milan hanya berada di urutan ke-8 soal penguasaan bola tertinggi di bawah Fiorentina, Napoli, AS Roma, Juventus, Inter Milan, Lazio. Milan bahkan masih kalah dari Empoli.

AC Milan memang tampil berbeda pada laga final ini. Formasi dua penyerang ditanggalkan dengan memasang 4-3-3. Hasil negatif dengan formasi dua penyerang menjadi alasan Brocchi mengubahnya pada laga melawan Juventus ini.

Di lini depan, Carlos Bacca tetap menjadi tumpuan mencetak gol. Di kedua sayap penyerangan, terdapat Keisuke Honda dan Giacomo Bonaventura. Sementara untuk pos gelandang, Brocchi tak memasang Andrea Bertolacci dan lebih memilih trio Andrea Poli, Juraj Kucka, serta sang kapten, Riccardo Montolivo.

Lini tengah inilah yang menjadi kunci Milan mendominasi pertandingan. Montolivo dan Kucka menjadi motor serangan Rossoneri. Montolivo bahkan berhasil mencatatkan 82 operan akurat (terbanyak pada laga ini) dari total 99 kali operan.

Juventus bukan tak melakukan pressing agresif pada pemain Juventus. Bahkan ketika pemain Milan menguasai bola di tengah lapangan, para pemain Juventus langsung memberikan pressing. Man to man marking diperagakan Juventus untuk menghentikan serangan Milan. Pressing agresif diberikan ketika pemain Milan menguasai bola.

Namun, Milan berhasil menaklukkan penjagaan Juventus. Hal ini tak lepas dari penggunaan Honda-Bonaventura di kedua sayap. Kedua pemain ini rajin bergerak mendekati bola, tak hanya stagnan di areanya masing-masing. Pergerakan lini serang Milan pada laga ini memang begitu cair.

Pergerakan Honda-Bonaventura yang cair, ditambah mobilitas Poli dan Kucka, membuat aliran bola dalam serangan Milan menjadi lebih hidup dan sulit dihentikan. Belum lagi Juventus tak bisa menurunkan gelandang utama mereka, Claudio Marchisio dan Sami Khedira, yang mengalami cedera.

Sebagai gantinya, Juve menurunkan Mario Lemina dan Hernanes pada laga ini. Juventus pun harus beberapa kali kecolongan di lini tengah yang memungkinkan Milan melepaskan tembakan jarak jauh. Beruntung bagi Juventus, sejumlah tendangan pemain Milan jauh mengenai sasaran.

6 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply