Paulo Sitanggang: Reuni dengan Pemain U-19 dan Tobat Jadi Anak Nakal

Agen Sbobet

Paulo Oktavianus Sitanggang bercerita tentang reuni dengan mantan pemain timnas Indonesia U-19. Dia juga mengaku saat ini sudah tobat jadi anak nakal.

Paulo, yang bermain untuk Barito Putera, bertemu dengan dua teman dekatnya di timnas U-19 era besutan Indra Sjafri. Mereka adalah Muhammad Fatchurohman dan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, yang bermain untuk tim Bhayangkara FC.

Pada Selasa (4/7/2017) malam WIB, kedua tim saling berhadapan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Paulo turun sebagai starter, sementara dua temannya itu tak bermain di laga tersebut. Fatchurohman berada di tribun lantaran belum fit dan Muchlis cuma duduk di bangku cadangan.

Di laga tersebut Barito berhasil mengalahkan Bhayangkara FC 1-0. Hasil itu jadi kemenangan tandang pertama Barito di Liga 1.

Satu hari sebelum pertandingan berlangsung, Paulo mengaku berkumpul bersama dengan kedua temannya itu. Namun, ketiga anak muda itu sama sekali tidak membicarakan sepakbola, lebih banyak berbicara kehidupan sehari-hari dan saling bergurau.

“Saya sangat dekat sama Fatchurohman dan Muchlis. Semalam (Senin) saya kumpul sama Muchlis dan Fatchurohman. Kami ngobrol-ngobrol banyak, tapi tidak bicara sepakbola. Obrolan lebih banyak untuk bercanda-canda. Soalnya saat ini sudah pada menjalani hidup masing-masing,” ungkap Paulo kepada detikSport.

Sementara itu, Paulo mengungkapkan bahwa Fajar Handika adalah pemain yang dekat dengan dirinya selama di tim Barito. Fajar juga diakui pemain 21 tahun itu sebagai sosok yang paling jahil di tim.

“Saya dekat dengan Fajar. Dia juga orang yang paling jahil di tim menurut saya. Dia suka niru-niru kebiasaan orang, seperti cara jalan dan cara ngomong, tapi untuk ke saya tidak pernah,” sambung Paulo sambil tertawa.

Pertama kali meroket bersama timnas Indonesia U-19, Paulo punya gaya yang paling nyentrik di antara pemain lainnya. Dia selalu tampil dengan rambut yang dikuncir kuda seperti Samurai X yang jadi inspirasinya.

Namun, beberapa bulan terakhir dia tidak lagi tampil dengan rambut panjangnya yang terkuncir. Paulo mengaku saat ini dirinya sudah ‘tobat’ dan tidak nakal lagi. Dia juga menolak jika rambut pendeknya ini yang membuat performanya menurun.

“Saya cuma kepingin ganti penampilan saja. Dulukan masih nakal, sekarang sudah tobat. Bukan… bukan… ini betul cuma pingin lebih rapi saja. Tidak ada hubungan lainnya. Apalagi sekarang saya juga kuliah di Medan jurusan akutansi,” tutup Paulo sambil tertawa lepas.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply