Milomir Seslija Soroti Lini Belakang Madura United

Milomir Seslija Soroti Lini Belakang Madura United

Agen Sbobet

Madura United gagal bangkit dari keterpurukan dengan meraih kemenengan di pekan ke-10 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Mereka ditahan imbang 2-2 oleh Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Jumat (25/5/2018) malam.

Pelatih Madura United, Milomir Seslija pun memberikan evaluasi terhadap permainan anak asuhnya. Dia menilai lini belakangnya sangat rapuh sehingga muda ditembus pemain Persebaya.

“Kami memberikan mereka (Persebaya) gol. Dan kami melakukan kesalahan satu atau dua kali yang membuat lawan mencetak gol. Lawan bisa memanfaatkan kesalahan kami,” ujar pelatih yang karib disapa Milo itu.

Lebih lanjut, Milo melihat ada kemiripan kesalahan yang dilakukan oleh Fachrudin Aryanto dkk di laga ini dengan saat tumbang 0-6 dari Persipura. Saat itu, mereka juga gagal memanfaatkan peluang dan membiarkan lawan memembus pertahanan hingga mencetak gol.

“Meskipun tanpa tekanan, kami mampu membuat hingga sembilan peluang, tapi hanya dua yang berbuah gol. Itu masalah kami sama seperti lawan Persipura. Mereka hanya mendapatkan kesempatan tiga kali tembakan, dan itu semua berbuah gol,” imbuhnya.

Koordinasi lini belakang Madura United tampak kurang berjalan dengan baik di laga ini. Itu semua terbukti dengan lahirnya dua gol Persebaya yang bisa dibilang tercipta dengan cara yang serupa.

Dua gol itu dicetak oleh David da Silva (7’) dan Irfan Jaya (42’) yang melakukan dribel hingga melewati beberapa lawan. Saat situasi pertahanan sudah kosong, keduanya langsung melakukan tembakan mendatar yang meluncur mulus ke gawang.

Selain problema lini belakang, pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu juga menyoroti masalah di lini depannya. Berdasarkan statistik, Laskar Sape Kerrab telah membukukan 11 tembakan dengan hanya tiga di antaranya yang mengarah ke gawang.

Namun, pujian tetap diarahkan kepada para pemain Madura United yang telah berjuang keras. Kali ini, Milo malah menyebutkan bawah timnya kurang beruntung untuk memenangi pertandingan.

“Saya pikir pemain sudah berjuang sangat keras. Meskipun ingin menang, kami tidak beruntung bisa meraih tiga poin. Kami kembali dari kamar ganti, dan mendapat tiga hingga lima peluang, tapi kami memang membutuhkan keberuntungan lebih,” tandas pelatih 53 tahun itu.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply