Menanti 3-4-3 Conte vs 3-4-3 Guardiola

Agen Sbobet

Perburuan gelar Liga Primer 2016/2017 masih terbuka setelah Chelsea dikalahkan Crystal Palace pada Sabtu (1/4/2017). Chelsea memang masih unggul tujuh poin dari Tottenham Hotspur serta 11 poin dari Manchester City yang sama-sama baru menjalani 29 pertandingan. Namun laga antara Chelsea menghadapi City, Kamis (6/4/2017) dinihari WIB, akan menjadi krusial bagi peluang kedua kesebelasan menjuarai liga.

Jika Chelsea kalah sementara Spurs dan City (juga Liverpool) menang, Chelsea dalam posisi tidak aman karena mereka pun masih harus menghadapi Manchester United, Spurs, dan Arsenal di delapan laga terakhir mereka. Namun jika menang, tambahan tiga poin atas City akan membuat mereka semakin percaya diri menjalani laga sisa musim ini.

Kekalahan dari Palace memang menunjukkan bahwa Chelsea pun bisa dikalahkan. Apalagi bagi kesebelasan seperti City, yang memiliki lini serang cukup tajam. Bisa jadi Chelsea akan menelan kekalahan ketiganya di Stamford Bridge di tangan City.

Mirroring Pep Guardiola

Setelah menang 2-0 atas Sunderland awal Maret silam, City kembali masuk ke dalam periode negatif. Dari lima laga yang dijalani setelah melawan Sunderland, hanya satu kemenangan diraih skuat asuhan Pep Guardiola ini. Bahkan kemenangan itu diraih di ajang Piala FA.

Empat laga sisanya, berakhir dengan tiga kali imbang di Liga Primer serta satu kekalahan di Liga Champions. Ini menunjukkan City sedang berada dalam tren negatif setelah sempat bangkit sejak awal 2017 dengan hanya satu kali kalah di Liga Primer.

Yang paling disoroti dari buruknya penampilan City adalah penampilan lini pertahanan mereka, khususnya saat menghadapi kesebelasan besar. Di tiga laga terakhir, menghadapi Monaco, Liverpool, dan Arsenal, City harus kebobolan enam gol.

Sementara itu catatan kebobolan City saat menghadapi kesebelasan Top 6 Liga Primer merupakan salah satu yang terbesar. Dari delapan pertemuan (tinggal menghadapi Chelsea dan Arsenal) mereka kebobolan 13 kali, di bawah Arsenal yang memiliki torehan kebobolan terbanyak dengan 18 gol.

Dengan catatan lini pertahanan yang masih belum membaik dalam tiga laga terakhir, tampaknya Pep Guardiola pun akan merombak susunan pemain utamanya. Terlebih Bacary Sagna diragukan tampil dan terdapat indikasi Vincent Kompany akan kembali bermain sejak menit pertama.

Pada laga melawan Arsenal, Jesus Navas sampai dipaksakan bermain menghuni pos bek kanan. Sebelum itu, menghadapi Liverpool, Fernandinho yang mengisi pos full-back kanan. Walau tetap saja area tersebut menjadi incaran lawan.

Melawan Chelsea yang menggunakan formasi dasar 3-4-3, kemungkinan besar Pep akan menggunakan formasi dasar yang serupa. Menggunakan skema tiga bek sendiri bukan hal yang baru bagi Pep.

Sebelumnya, Aleksandr Kolarov pun sering bermain di pos bek tengah saat bermain dengan skema tiga bek.

Namun dengan kans bermain Kompany yang besar pada laga ini, Kolarov tampaknya akan mengisi pos wing-back kiri. Sebelumnya Leroy Sane yang sempat bermain sebagai wing-back kiri saat City menggunakan skema tiga bek. Sementara saat ini, Sane adalah salah satu pemain City yang konsisten memberikan ancaman bagi lini pertahanan lawan.

Di lini tengah, penampilan Yaya Toure yang diharapkan menjadi pembeda saat menghadapi Arsenal pun tidak terlalu memuaskan. Dengan 3-4-3, Pep bisa memainkan seluruh pemain terbaiknya melawan Chelsea. Kevin De Bruyne yang lebih membahayakan di area kotak penalti lawan bisa menjadi alternatif serangan City jika ditempatkan lebih menyerang, menemani Sergio Aguero dan Sane di trio lini depan.

Ketajaman lini serang memang menjadi pilihan terbaik City dalam menghadapi Chelsea. Chelsea, meski kalah melawan Palace, berhasil menebar ancaman di lini pertahanan lawan dengan total 24 tembakan. Lini pertahanan City yang rapuh pun bukan tak mungkin akan mengalami hal serupa, karenanya City akan sangat berharap besar pada ketajaman lini serang mereka.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply