Liga 2 Segera Dimulai, Masalah Persyaratan Belum Beres

Agen Sbobet

Mepetnya waktu dan banyaknya klub yang menjadi peserta kompetisi Liga 2 menjadi persoalan tersendiri bagi operator kompetisi. Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) meminta PSSI dan PT Liga Indonesia Baru bisa memilih klub peserta Liga 2 dengan bijak.

Belum selesai urusan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) 25 pemain asing dari 11 klub di Liga 1, operator kompetisi kini mendapat tambahan persoalan.

Liga 2 rencananya kick-off pada Kamis (20/4/2017), tetapi masalah persyaratan belum juga beres, termasuk persoalan legalitas dan NPWP hampir semua klub yang datanya belum diberikan oleh operator.

Hal itu mencuat setelah tim verifikasi BOPI melakukan pertemuan dengan PT LIB dan perwakilan PSSI di kantor BOPI, Kemenpora, Jakarta, pada Selasa (18/4).

Dalam pertemuan itu, Ketua Tim Verifikasi BOPI, Iman Suroso, mengatakan, belum ada satu pun dokumen persyaratan utama yang dilengkapi operator. Yang ada hanya data-data klub peserta saja.

“Sudah ada yang diberikan kepada kami datanya tapi belum lengkap semua. Liga 2 ini legalitas klubnya banyak yang masih kurang. Jadi yang saya cek baru daftar klub sesuai wilayah laga. Tapi SIUPP, Legalitas, NPWP, itu belum semua. Hanya, PT LIB berusaha untuk melengkapi itu,” jelas Iman.

Iman mengatakan, BOPI sejatinya memberi batas waktu hingga Rabu (19/4), karena kick-off Liga 2 akan dilakukan keesokan harinya. Namun, karena waktunya mepet BOPI memaklumi dan akan memberikan rekomendasi tapi dengan catatan klub bisa turun main asalkan seluruh syarat dipenuhi.

“Harusnya besok, tapi karena kami maklum karena Liga 2 ini lebih parah dari Liga 1. Jadi liga ini tetap jalan. Tetapi saya bilang kepada mereka jika klub tidak memenuhi syarat maka langsung dikurangi,” tuturnya.

“Selain itu agar liga ini tetap jalan, maka kami akan beri rekomendasi dengan jadwal kick-off yang sudah ditetapkan. Tapi dengan catatan kalau ada klub yang melanggar akan kami proses karena klub dianggap tidak layak untuk main,” tegas Iman.

Iman juga menyinggung soal banyaknya peserta Liga 2, sehingga dia meminta PSSI dan operator untuk pintar-pintar menyeleksi klub yang diizinkan turun di kompetisi level dua tersebut.

“Kesulitan mereka ini adalah salah satu cara seleksi alam, jadi kalau tidak memenuhi sama sekali, PSSI harus bisa memangkas (klub yang tidak lengkap perayaratannya) karena kan jumlahnya banyak sekali,” jelas Iman.

“Kabarnya kan itu sudah dilaporkan ke RI 1 dan menyetujui, ya kami coba menghormati lah tapi PSSI juga harus menghargai kita. Artinya jika ternyata klub tidak bisa memenuhi jangan salahkan kita, jika kita menyebut klub itu tidak sehat,” katanya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply