Kamus Mini ‘BES’ Pegangan Luis Milla dan Pemain di Timnas U-22

Agen Sbobet

Ada jarak antara Luis Milla dan para pemain yang tengah menjalani seleksi tim nasional U-22. Sebuah kamus mini ‘BES’ buatan Bayu Teguh menjadi jembatannya.

“Bueno… Buneo,” ucap Milla memuji salah satu pemain yang melakukan passing dengan baik dalam seleksi tim nasional U-22 di Karawaci.

Seorang pemuda yang mendampingi Milla, Bayu Teguh, bersegera mengartikannya. “Bagus… Bagus,” ungkap pria bernama lengkap Bayu Eka Sari Teguh.

Bayu Teguh mendapatkan tugas sebagai administratur 2 timnas sekaligus asisten pribadi Milla. Kebetulan dia mampu berkomunikasi dengan empat bahasa, Inggris, Prancis, Portugis, dan Spanyol.

Kemampuan bahasa Spanyol Bayu Teguh itu memudahkan Milla dan dua asistennya, Miguel Gandia dan Eduardo Perez, berkomunikasi dengan ofisial di timnas dan para pemain seleksi. Maklum, Milla dan asistennya belum fasih berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Sebaliknya, para pemain yang turut seleksi dan para staf di timnas kurang paham dengan bahasa Spanyol–bahasa yang digunakan Milla.

Namun, Bayu Teguh tak hanya puas menjadi penerjemah. Dia tak bisa membiarkan instruksi Milla terhadap para pemainnya delay, apalagi jika pertandingan sesungguhnya dilakoni nanti.

Senada asisten pelatih Milla, Bima Sakti, juga berharap instruksi Milla bisa sampai kepada pemain dengan langsung. Dia senang saat PSSI berencana untuk menyediakan kamus bahasa Spanyol buat para pemain timnas nantinya.

Nah, agar para pemain yang terpilih timnas ke SEA Games 2017 nanti tak butuh waktu lama untuk belajar bahasa Spanyol, mereka sudah mulai dikenalkan dengan bahasa Spanyol. Para pemain seleksi dibekali kamus mini berisi 150 kata dalam bahasa Spanyol, Inggris, dan bahasa Indonesia.

Bayu Teguh yang menyusun kamus tersebut. Ide merangkum kamus mini itu dengan terinspirasi dari pengalamannya saat tinggal di Prancis.

“Pada awalnya ada 13 greetings dasar, ditambah dengan beberapa perbendaharaan kata sepakbola. Seperti istilah penyerang, menyerang, bertahan, tendangan bebas, pelanggaran dan lain sebagainya,” kata Bayu Teguh.

“Saya menyebutnya BES: Bahasa, English, Spanish. Nama saya Bayu Eka Sari, juga sesuai nama saya. Meskipun hanya kamus buatan sendiri, saya berharap usaha ini bisa membuat komunikasi antara Luis Milla dan para pemain timnas semakin cair,” tutur lulusan University of Lyon di Prancis, bidang ekonomi manajemen tersebut.

Kamus mini itu menjadi pegangan wajib, bahkan bukan hanya buat para pemain dan Milla, tapi juga ofisial, kitman, fisioterapis sampai masseur.

Salah satu pemain seleksi timnas U-22 Nur Hardianto mengatakan sudah mulai familiar dengan bahasa Spanyol yang kerap diucapkan Milla dan asistennya. Hardianto berusaha untuk belajar lebih banyak lagi.

“Sudah sedikit-sedikit, kata selamat pagi dan terima kasih,” ujar Hardianto.

Bahasa juga bukan menjadi kendala pemain untuk mengikuti latihan. Menurut Dimas Drajad masalah tersebut bisa diatasi jika pemain serius menjalani perintah pelatih asal Spanyol itu.

“Bahasa tidak ada masalah. Awal-awalnya sih sempat bingung. Tapi lama kelamaan mengerti. Kami juga sering bertanya ke mas Bayu (penerjemah),”

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply