Juventus Vs Real Madrid

Agen Sbobet

Si Nyonya Tua “Juventus” bukanlah tim unggulan melaju ke final Liga Champions musim ini. Justru Real Madrid, lawan mereka di semifinal, yang diunggulkan. Tetapi, hal itu tidak mengecilkan tekad Si Nyonya Tua –julukan Juventus– untuk mengamankan langkah menuju final. Artinya, Juventus harus memaksimalkan leg pertama di Juventus Stadium, Turin, dini hari nanti. Kekuatan defense menjadi modal utama Gianluigi Buffon dkk. untuk meredam agresivitas bomber Real.

Berdasarkan statistik musim ini, gawang Juventus paling sedikit kebobolan ketimbang semifinal Liga Champions lainnya. Hanya lima gol sejak fase grup hingga perempat final. Sementara, gawang Real kebobolan satu gol lebih banyak ketimbang Juventus. Demikian juga di Serie A. Setelah memastikan trofi scudetto ke-31-nya dan laga menyisakan empat giornata, Juventus masih menjadi klub dengan pertahanan terbaik, hanya kebobolan 19 gol.

Catatan itu tak bisa dilepaskan dari kinerja barisan pertahanan Juventus yang dihuni Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli, dan Leonardo Bonucci plus Buffon di bawah mistar. ’’Saya pikir kamilah tim dengan pertahanan terbaik,” ujar Chiellini, seperti yang dikutip Reuters.

Real menjadi klub berkarakter menyerang ketiga yang dihadapi Il Bianconeri –julukan lain Juventus. Dua klub sebelumnya adalah Borussia Dortmund dan AS Monaco. Dari dua klub itu, hanya Dortmund yang mampu menodai gawang Juventus di Turin. Total, di kandang, Juventus hanya kebobolan tiga gol dengan tiga kali clean sheet.

Dengan menerapkan pola bertahan gerendel ala klub Italia, bukan tidak mungkin Real bernasib sama seperti Monaco. Pola 4-3-1-2 bisa berubah menjadi 5-3-2 dengan cara menarik mundur Claudio Marchisio atau Stefano Sturaro.

Real juga patut mewaspadai catatan Juventus lainnya. Dari 13 gol mereka di Liga Champions, tiga di antaranya tercipta di 30 menit pertama, dan Juventus selalu menang jika mencetak gol lebih awal.

’’Untuk melangkah ke final, kami harus percaya dengan kemampuan kami sendiri. Tinggal selangkah lagi untuk mencapai final,” ucap arsitek Juventus Massimiliano Allegri kepada Corriere dello Sport.

Namun untuk mencuri gol cepat itu, Allegri bermasalah dengan agresivitas anak asuhnya yang mulai mengendur. Dari 10 laga terakhir di Serie A, hanya 13 gol tercipta. Jika dirasio 1,3 gol per game. Bandingkan dengan 21 gol Juventus yang tercipta dalam rentang waktu 14 Desember hingga 21 Februari, rasionya 2,1 gol per game. ’’Karenanya, Juventus butuh kesempurnaan untuk menghadapi Real. Karena mereka bukan tim biasa. Mereka punya kelebihan dalam hal teknik dan kecepatan,” beber Allegri.

Selain itu, Real memiliki rekor sulit menang di tanah Italia. Dari 29 kali bentrok dengan wakil Italia, 17 kali Real pulang dengan tangan hampa. Hanya empat kemenangan yang mereka raih.

Meski begitu, Carlo Ancelotti, pelatih Real, menyatakan, timnya tetap konfiden dengan permainan menyerang. ’’Dengan kualitas yang kami miliki, tidak ada permainan bertahan dalam kamus kami,” koarnya seperti dikutip dari Daily Mail.

Salah satu penggawa Real, Toni Kroos, percaya dengan status Ancelotti yang pernah membesut Juventus pada musim 2009-2011 dan pengalamannya 14 tahun melatih klub Italia membuat Don Carlo –julukan Carlo Ancelotti– tahu bagaimana cara menangkal permainan bertahan klub Italia.

’’Ancelotti sudah paham benar bagaimana karakter permainan Juventus. Tinggal sekarang upaya kami untuk menunjukkan kualitas serangan. Kelebihan Juventus bukan hanya dari kekuatan pertahanan, tetapi juga kecepatan transisi menyerang-bertahannya. Itu sudah kami adaptasi dalam beberapa latihan terakhir,” tegasnya dalam situs resmi klub

 

12 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply