Juventus Jegal Keinginan Arsenal Goda Massimiliano Allegri

Juventus Jegal Keinginan Arsenal Goda Massimiliano Allegri

Agen Sbobet

Arsenal boleh mengakhiri minatnya atas pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, setelah klub Liga Italia itu berniat memperpanjang kontraknya.

Pelatih berusia 50 tahun itu sukses mempersembahkan trofi ganda keempat kalinya secara beruntun usai bermain imbang tanpa gol kontra AS Roma di Olimpico, Senin kemarin.

Dengan hasil berbagi poin tersebut, La Vecchia Signora dipastikan meraih Scudetto karena jumlah poinnya sudah tidak bisa dikejar Napoli dengan sisa satu pertandingan.

Sayangnya beredar suara sumbang yang menyebutkan Arsenal tertarik memboyong Allegri ke Emirates, sebagai suksesor Arsene Wenger yang baru saja hengkang.

Pada konferensi pers seusai laga, Allegri sempat berucap bahwa dirinya hanya akan hengkang dari Juve andai para petinggi Bianconerri menendangnya.

Berbicara kepada La Gazetta dello Sport, petinggi klub Beppe Marotta menegaskan bahwa pihaknya masih mempercayai Massimiliano Allegri.

“Kami akan berdiskusi dengannya dalam beberapa hari mendatang, yang juga tergantung kepada perasaan Allegri dan evaluasi-evaluasi. Bagi pihak kami, ada rasa optimisme yang besar [untuk mempertahankan Allegri],” ujar Marotta.

“Terlepas dari aspek formalitas, Allegri masih terikat kontrak dua musim bersama kami. Menurut kami, hubungan kerja ini berlangsung maksimal.”

“Massimiliano Allegri telah membuktikan kapasitasnya dan saya yakin hubungan ini akan terus berlanjut.”

Sebelumnya, kedatangan Allegri ke Allianz Arena empat tahun lalu sempat diragukan karena ia baru enam bulan dipecat oleh AC Milan.

Namun kenyataannya Massimiliano Allegri mampu mempersembahkan trofi-trofi juara walau belum pernah membuktikan diri di pentas Liga Champions.

“Kami masih ingat dengan baik kala Allegri tiba. Kami disambut oleh ratusan suporter yang marah. Itu lah situasi yang terjadi kala itu, teralihkan oleh fakta buruk saat itu,” tambah Beppe Marotta.

“Kami yakin dengan pilihan tersebut yang menyelesaikan sebuah masalah kala itu. Dalam 20 tahun profil seorang pelatih telah berubah. Saat ini pelatih bukanlah seseorang yang bukan saja harus baik dalam menangani skuad dan mampu mempersiapkan tim, tapi juga harus mampu menangani sekumpulan orang dan berkomunikasi dengan para pemain.”

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply