Janji Surga Pilkada dan Mimpi Stadion Megah di Jakarta

Janji Surga Pilkada dan Mimpi Stadion Megah di Jakarta

Agen Sbobet

Tanah seluas 26,5 hektare di Jalan Danau Sunter, Jakarta Utara, yang dikelilingi tembok beton itu kini tak terurus. Belasan truk-truk besar pelabuhan parkir di atas tanah berlumpur, sementara di area lain sampah menggunung dan memunculkan bau menyengat. Di balik tumpukan sampah, ada kampung kecil yang berisikan puluhan rumah.

Di tanah itulah seharusnya stadion bertaraf internasional didirikan. Stadion Taman BMW. Nama itu merupakan singkatan dari Bersih Manusiawi Berwibawa yang sedianya merupakan rencana proyek ruang terbuka hijau pada 1980-an.

Ketika CNNIndonesia.com mendatangi area tersebut, papan raksasa bergambar desain stadion sudah terpampang di tembok pembatas. “Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa, di lokasi ini segera dibangun Stadion Internasional BMW,” demikian tulisan dalam plang tersebut.

Tapi tak ada tanda-tanda sama sekali proses pembangunan akan dimulai. Padahal, wacana pembangunan Stadion Taman BMW sudah digaungkan Pemprov DKI sejak 2010.

Kondisinya mangkrak hingga sekarang. Kasus sengketa yang melibatkan banyak pihak membuat lokasi itu terbengkalai. Tumpukan sampah yang pada 2010 lalu masih tak terlihat, kini berbukit-bukit.

Selama Pilkada DKI ini, wacana pembangunan Stadion Taman BMW kembali mencuat. Masing-masing calon Gubernur berjanji segera mewujudkan pembangunan stadion internasional di lokasi itu demi merebut hati The Jakmania, sebutan untuk suporter Persija Jakarta. Klub yang identik dengan Bambang Pamungkas itu hingga saat ini tak punya markas setelah Stadion Lebak Bulus diruntuhkan dan dijadikan stasiun MRT.

Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama juga ikut menjamin pengerjaan pembangunan stadion di lokasi itu dipercepat. Pada akhir Februari lalu, ia menjanjikan markas PSSI dibangun di sana.

Pada 2015, Basuki pernah menjanjikan Stadion BMW sudah bisa beroperasi pada 2018 nanti.

Kasus sengketa lahan yang begitu pelik bukan lagi cerita baru di Taman BMW. Terakhir adalah gugatan PT Buana Permata Hijau terhadap Pemprov DKI hingga tingkat Mahkamah Agung pada 2015 atas lahan seluas 11 hektare.

Awalnya, PT Buana Permata Hijau sempat menang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta pada 2014. Pemprov DKI kemudian mengajukan banding dan memenangkannya di PTUN.

Hingga saat ini belum terlihat sama sekali tahap awal pembersihan untuk segera dibangun kawasan stadion. Plang yang bertuliskan klaim kepemilikan tanah seluas 11 hektare atas nama PT Buana Permata Hijau juga masih berdiri tegak.

Di areal milik PT Buana Permata Hijau banyak terparkir truk-truk besar. Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, mereka membayar sewa kepada satu orang yang ditugasi sebagai pengawas di lokasi.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply