Emil Mulyadi dan Bintang Muda yang Pantas Perkuat Timnas

Emil Mulyadi dan Bintang Muda yang Pantas Perkuat Timnas

Agen Sbobet

Kiper muda Juventus, Emil Audero Mulyadi, bukan satu-satunya pemain keturunan atau asli Indonesia yang coba dirayu PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia. Masih ada dua pemain muda lainnya yang membuat PSSI terpincut.

Mulyadi menjadi pembicaraan di dunia maya dalam dua hari terakhir setelah kiper 20 tahun itu melakoni debut bersama Juventus di pentas Serie A, Sabtu (27/5). Menghadapi Bologna di Renato Dall’Ara, Mulyadi membawa Juventus menang 2-1.

Lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 18 Januari 1997, Mulyadi memulai karier di tim akademi Juventus sejak 2008. Musim ini, putra dari Edy Mulyadi dan Antonela Audero itu merupakan kiper ketiga Juventus di belakang Gianluigi Buffon dan Neto.

Mulyadi merupakan salah satu pemain keturunan Indonesia yang sedang coba dirayu PSSI untuk bisa memperkuat Timnas Indonesia. Namun, usaha PSSI sepertinya akan menemui jalan buntu, karena Mulyadi sudah mengungkapkan keinginannya memperkuat timnas Italia di level internasional.

Peluang Mulyadi memperkuat Italia di level senior memang cukup terbuka lebar. Pasalnya, Mulyadi merupakan andalan timnas Italia dari level U-15 hingga U-20.

Bukan Satu-satunya

Bukan hanya Mulyadi yang sedang menjadi incaran PSSI untuk bisa memperkuat Timnas Indonesia. Setidaknya masih ada dua mana pemain muda yang pantas memperkuat tim Garuda.

Di kompetisi Liga Belanda, Eredivisie, ada nama Kevin Diks Bakarbessy yang sedang dipinjamkan Fiorentina ke Vitesse Arnhem. Lahir di Apeldoorn, Belanda, 6 Oktober 1996, pemain yang berposisi sebagai bek kanan itu memiliki darah Maluku.

Kevin Diks merupakan salah satu dari daftar 24 nama pemain keturunan Indonesia yang dirilis Kemenpora awal bulan lalu. Kevin Diks masih 20 tahun dan merupakan tipe bek kanan modern, yang lincah dan dalam membangun serangan dan kuat dalam bertahan.

Selain Mulyadi dan Kevin Diks, nama lainnya yang pantas memperkuat Timnas Indonesia adalah Andri Syahputra. Berbeda Mulyadi dan Kevin Diks, Andri bukan pemain keturunan. Pemain yang lahir di Lhokseumawe, 29 Juni 1999, itu terlahir dari orang tua asli Indonesia.

Sejak masih 7 tahun, Andri dibawa ke Qatar dan memulai karier sepak bola di sana bersama klub Al Khor. Penyerang 18 tahun itu kemudian direkrut Al Gharafa pada 2009. Andri sudah memperkuat tim senior Al Gharafa ketika melawan Al Sadd, Januari 2017.

PSSI sendiri mengklaim sudah pernah berusaha mengundang Andri untuk menjalani pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19. Namun, undangan itu ditolak pihak Andri.

“Saya sudah coba kirim email maupun melalui telepon secara langsung, ataupun melalui pihak akademinya. Tapi tidak pernah ada jawaban,” ujar Direktur Media PSSI, Hanif Thamrin.

“Akhirnya saya meminta bantuan kepada teman yang memang bisa kontak langsung dengan pihak Andri. Dia (orang tua Andri) bilang, jangan ganggu Andri lagi. Dan dia tidak mau membahas lagi soal anaknya ke Timnas,” sambung Hanif.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply