Didier Deschamps, Dulu Pembawa Air Kini Pemikul Harapan

Didier Deschamps, Dulu Pembawa Air Kini Pemikul Harapan

Agen Sbobet

Prancis masih terus menjaga asanya untuk memenangi Piala Dunia 2018. Harapan itu dipikul oleh pelatih Didier Deschamps, si pembawa air semasa menjadi pemain.

Prancis sempat tampil kurang meyakinkan saat menjalani laga Piala Dunia pertamanya di Rusia. Les Bleus cuma bisa menang 2-1 atas Australia berkat gol penalti Antoine Griezmann.

Perlahan performa Prancis meningkat, tepatnya sejak fase knock-out. Prancis mampu mengalahkan permainan sengit Argentina 4-3 di 16 besar dan main efektif saat mengalahkan Uruguay 2-0 di perempatfinal.

Kini, Prancis ada di semifinal dan akan berhadapan dengan Belgia. Jika bisa memetik kemenangan, Deschamps akan merasakan final Piala Dunia yang kedua kalinya setelah sebelumnya menjadi kapten Prancis saat juara 1998.

Deschamps duduk di kursi kepelatihan Prancis untuk menggantikan Laurent Blanc yang mundur selepas Piala Eropa 2012, Deschamps berhasil membawa Les Bleus menembus babak perempatfinal di Piala Dunia 2014. Langkah mereka terhenti oleh Jerman, lewat gol tunggal Mats Hummels, yang kemudian finis sebagai juara.

Sebelum menjadi pelatih timnas, Deschamps punya karier kepelatihan di level klub yang tidak bisa dikatakan buruk. Bersama AS Monaco sebagai klub pertama yang dilatih, Deschamps memenangi Piala Liga Prancis dan menjadi runner-up Liga Champions.

Pelatih 49 tahun ini sempat tak melatih hampir satu tahun setelah mundur dari Monaco pada September 2005. Deschamps baru kembali ke kursi kepelatihan pada Juli 2006 dengan membesut Juventus.

Tantangan melatih Juventus tak mudah pada saat itu. Dia harus mengangkat mantan klubnya kembali ke Serie A setelah terdegradasi akibat kasus Calciopoli.

Deschamps berhasil mengatasinya dengan baik. Juventus pun langsung dibawa kembali ke Serie A setelah satu musim berkutat di Serie B untuk pertama kalinya. Tapi, keberhasilan itu tak membuat Deschamps berlanjut membesut Juventus. Tak lama setelah dipastikan juara Serie B, dia mengumumkan diri akan meninggalkan Juventus. Ada kabar yang menyebut keputusan itu dibuat setelah terlibat perkelahian dengan manajeman Juve.

Deschamps baru kembali melatih pada 2009 dengan menangani Marseille. Dia memenangi trofi Liga Prancis di musim pertamanya dan selanjutnya meraih gelar-gelar Piala Liga dan lanjut melatih timnas pada 2012.

Deschamps menuju sukses lainnya bersama timnas Prancis di Piala Dunia. Deschamps adalah kapten Prancis saat menjadi juara pada 1998. Dia adalah martir dari Piala Dunia itu. Deschamps dicirikan oleh Eric Cantona sebagai ‘pembawa air’ — awalnya dalam bentuk ejekan.

“Saya telah membawa banyak air di zaman saya. Tapi ember-ember itu dipenuhi dengan piala,” kata Deschamps dalam menanggapi deskripsi yang dibuat Cantona, seperti dikutip dari Independent.

Deskripsi terkait Deschamps “Si Pembawa Air” toh bisa saja diterjemahkan sebagai sosok orang yang mau berkorban tanpa kompromi atas kepentingan tim. Terlebih, tugasnya sebagai gelandang lebih banyak melakukan tekel untuk merebut penguasaan bola dari lawan.

Ketidakmauan Deschamps dalam berkompromi juga terlihat saat pemilihan skuat menuju Piala Dunia. Dia lebih memilih Olivier Giroud sebagai striker daripada Karim Benzema atau Anthony Martial.

Keputusannya sejauh ini tidaklah salah. Meski tidak mencetak gol, Giroud punya peran besar dalam membuka ruang untuk Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann. Giroud pun empat kali main penuh dari lima laga.

Cara itu tampaknya diduplikat Deschamps dari pelatihnya di 1998, yaitu Aime Jacquet. Ketika itu, target-man Prancis Christophe Dugarry cuma mencetak satu gol dan Stephane Guivarc’h sama sekali tidak mencetak gol meski rutin bermain. Pada saat itu, gol-gol Prancis banyak tercipta dari lini kedua bahkan bek.

“Memang benar Olivier belum bikin gol. Tapi, saya ulangi, belum,” kata Deschamps seperti dikutip BBC.

“Dia mungkin tak punya gaya flamboyan dari pemain-pemain lain tapi tim membutuhkannya di setiap pertandingan karena walaupun dia tak bikin gol, dia berbuat banyak buat kami. Olivier penting buat tim kami dan buat gaya main kami,” ucapnya.

“Tentu saja akan bagus jika dia nanti bikin gol, tapi dia selalu punya peran penting buat kami; dia tak egois dan tak pernah mengeluh tiap harus kerja keras. Berkat gaya mainnya, dia bukan cuma berguna saat menyerang melainkan juga saat bertahan,” Deschamps menegaskan.

Dengan apa yang sudah dikerjakan Deschamps selama enam tahun, sudah seharusnya dia bisa membawa Prancis juara Piala Dunia 2018.

Deschamps didukung dengan skuat yang penuh talenta. Sebut saja Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, Benjamin Pavard, dan Raphael Varane. Mereka adalah para pencetak gol Prancis di Rusia.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply