De Bruyne, Poros Kemenangan Belgia

Agen Sbobet

Belgia sukses menjaga asa di Piala Eropa 2016. Pada laga kedua Grup E, The Red Devils menghancurkan Republik Irlandia 3-0.

Sepintas, Romelu Lukaku dan Axel Witsel menjadi sorotan lantaran mencetak gol kemenangan timnya di Stade Velodrome, Marseille, Sabtu (18/6) sore waktu setempat. Lukaku melesakkan dua gol, sedangkan Witsel satu gol.

Witsel juga dinobatkan sebagai pemain terbaik pada laga itu karena daya jelajahnya yang luar biasa di babak kedua sehingga bisa mencetak gol.

Namun jika mengamati lebih dalam, justru Kevin de Bruyne yang menjadi poros kemenangan Belgia pada laga kali ini.

Tak bisa dimungkiri, De Bruyne amat cocok menjalankan perannya sebagai play-maker yang mengatur setiap alur serangan ke lini depan. Bahkan, pemain Manchester City itu begitu nyaman menjalankan perannya.

Setidaknya dari satu assist penting yang mampu ia berikan kepada pencetak gol pertama Belgia ke gawang Irlandia, Lukaku.

Betapa tidak, peran tersebut merupakan posisi naturalnya selain beroperasi di sayap kiri ketika dimainkan bersama Manchester City. Ini merupakan perubahan peran De Bruyne yang disiapkan pelatih Belgia, Marc Wilmots, saat menghadapi Republik Irlandia.

Pada laga perdana menghadapi Italia, De Bruyne malah dimainkan sebagai winger kanan menemani Marouane Fellaini yang menjadi play-maker dan Eden Hazard di kiri.

Belgia pun takluk 0-2 dari Italia. Kekalahan itu pun disebut-sebut sebagai kesalahan fatal sang pelatih karena mengubah pakem permainan yang tak biasanya dimainkan para pasukannya di lapangan.

Kritik pedas itu pula yang pernah dilontarkan mantan pelatih De Bruyne saat masih di klub Genk, Mario Been. “Kevin (De Bruyne) merasa menderita dimainkan di sayap kanan,” ujarnya kepada Manchester Evening.

Menurut Been, De Bruyne sudah telanjur terbiasa berada di posisi kiri seperti pertama kali main bersama Genk. “Tapi saya taruh ia di posisi momor 10 (play-maker) karena menurut saya, pemain terbaik harus memainkan bola di poros utama tim,” ucapnya.

“Di posisi itulah pemain sepertinya bisa memberikan umpan sekaligus gol terbanyak dan ia bisa memberikan kontribusi kepada tim.”

Di Manchester, De Bruyne juga seolah menemukan peran terbaiknya di posisi play-maker ketika David Silva mengalami cedera.

Hasil itu pun bisa dilihat berdasarkan catatan statistik dari sejumlah laga terakhir bersama Manchester City. Ketika bermain di sayap kanan, ia hanya mencetak tiga gol dan memberikan lima assist dari 12 laga.

Saat tampil sebagai winger kiri, ia mencetak lima gol dan tiga assist dari 1o laga. Kemudian, ia mampu mencetak enam gol dan memberikan tiga assist saat diturunkan sebagai play-maker dari 11 pertandingan.

“Pemain berkualitas seperti dirinya jangan dimainkan di sayap kanan karena ia harus bermain di posisi sentral,” tutur Been.

33 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply