Camargo Akui Persija Krisis Penyelesaian Akhir

Agen Sbobet

Lini depan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan hingga pekan ke-16 Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Bambang Pamungkas dkk masih belum mampu membuktikan ketajamannya sehingga Macan Kemayoran harus menyerah 0-1 dari Arema Cronus, Minggu (19/6).

Pelatih Persija Paulo Camargo pun mengaku masih membutuhkan waktu untuk membenahi masalah penyelesaian akhir tim ibu kota. Sejauh ini, gol yang dicetak Persija lebih banyak disumbangkan dari lini kedua.

“Kami masih butuh waktu untuk memperbaiki masalah penyelesaian akhir,” kata Camargo usai pertandingan yang dirilis tim ofisial media Persija.

Bambang Pamungkas yang kali ini tampil sebagai starter belum mampu berbuat banyak. Peluang emas Persija justru diperoleh dari pemain di lini kedua seperti Novri Setiawan, Ambrizal Umanailo, dan Ade jantra.

Dari tujuh tembakan yang dimiliki Persija, hanya dua yang mengarah ke gawang. Sementara Arema tercatat memiliki lima on target dari total 13 kesempatan yang tercipta.

Kendati demikian, Camargo tetap memuji motivasi tim asuhannya yang tampil spartan meski tampil dengan 10 orang sejak babak pertama.

“Partai yang berat namun saya bangga dengan pemain-pemain saya. Mereka bermain penuh semangat walau sempat bermain dengan 10 orang.”

Sementara gelandang Amarzukih mengaku tidak puas dengan kempimpinan wasit yang dinilai banyak merugikan Persija. Namun, ia mengamini bahwa timnya kesulitan untuk mencetak gol.

“Kami tidak bermain baik di awal babak pertama. Di babak kedua kami bermain baik dan menghasilkan beberapa peluang. Sayang, kami tidak bisa mencetak gol,” bebernya.

Krisis Lini Depan

Pencetak gol terbanyak Persija sejauh ini justru melekat kepada Ade Jantra yang telah mengemas dua gol krusial. Masing-masing diciptakan saat Persija menahan imbang Persipura 1-1 dan menang 1-0 atas PS TNI.

Sementara striker impor Jose Guerra baru menyumbangkan satu gol kala Persija menang 1-0 atas Semen Padang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/5).

Adapun Bepe -sapaan Bambang Pamungkas- yang baru bergabung pada laga keempat Persija (lawan Perseru Serui) masih belum menunjukkan taringnya.

Bepe hingga kini mendapuk gelar top skor Macan Kemayoran sepanjang masa dengan koleksi 186 gol. Faktor penurunan fisik di tengah usia yang telah menginjak 36 tahun menjadi salah satu penggerus ketajamannya di depan gawang lawan.

Striker Persija lainnya, Rahmat Afandi, pun belum mampu menyumbangkan gol lantaran lebih sering absen karena gangguan cedera. Kondisi ini membuat Persija berencana untuk menambah pemain depan yang lebih mumpuni pada bursa transfer di pertengahan kompetisi.

20 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply