Akhirnya Ada Keriuhan Juga di San Siro Musim Ini

Agen Sbobet

San Siro musim ini sepi dari keriuhan sepakbola Eropa. Namun, akhir pekan ini kota Milan bisa merasakan atmosfer dan kemewahan dari Final Liga Champions.

Bagaimana tidak jika San Siro dikatakan “sepi” musim ini karena prestasi dua tim yang mendiami stadion itu, Inter Milan dan AC Milan, benar-benar jauh dari kata memuaskan.

Parameternya mudah saja yakni tak satupun dari kedua tim itu yang tampil di kompetisi Eropa, baik Liga Champions atau sekadar Liga Europa. Itu semua terkait prestasi buruk Inter dan Milan dalam beberapa musim terakhir.

Tak berkompetisi di Eropa bukan berarti Inter dan Milan bisa fokus meraih gelar di kompetisi domestik. Setali tiga uang, Inter dan Milan lagi-lagi harus melihat rival mereka Juventus berjaya.

Jika Inter yang sempat memimpin puncak klasemen di paruh pertama musim akhirnya cuma finis posisi keempat, Milan malah takluk dari Juve di partai puncak Coppa Italia musim ini.

Makin menambah suram San Siro atau Giuseppe Meazza biasa disebut oleh fans Inter, adalah rekor kandang kedua tim di Serie A musim ini tak begitu bagus.

Dari 18 tim, Inter cuma menempati posisi keempat catatan kandang terbaik musim ini dengan 13 kemenangan, dua seri, dan empat kekalahan. Hanya 29 gol dibuat dengan 15 kebobolan. Mereka bahkan kalah produktif dibanding Fiorentina (34 gol) dan Lazio (32 gol).

Sementara Milan cuma menempati posisi keenam rekor kandang musim ini dengan 9 kemenangan, 6 seri, dan empat kekalahan. Ada 28 gol dicetak dengan 22 gol bersarang di gawangnya.

Catatan-catatan itu menegaskan musim buruk kedua tim asal kota mode itu. Inter masih beruntung bisa tampil di Liga Europa musim depan, sementara Milan lagi-lagi harus absen karena finis posisi ketujuh.

Kota Milan yang nyaris “sunyi” sepanjang musim ini akhirnya bisa jadi meriah lagi akhir pekan. Tapi bukan karena pendukung kedua tim tersebut, melainkan fans-fans dari Real Madrid dan Atletico Madrid.

Kedua tim asal ibukota Spanyol itu akan berebut trofi ‘Si Kuping Besar’ yang digelar di Milan. Riuh rendah kedua suporter tentu akan membuat kota Milan utamanya San Siro menjadi meriah lagi.

Ini untuk keempat kalinya San Siro menggelar final Piala/Liga Champion, setelah tahun 1965, 1970, dan terakhir 2001. Stadion berkapasitas 80 ribu tempat duduk ini punya sejarah panjang di Eropa, terutama karena Milan dan Inter adalah tim-tim terbaik Benua Biru.

Setidaknya warga Milan bisa merasakan lagi bagaimana sengit dan serunya sebuah pertandingan Liga Champions, apalagi ini adalah final. Tak lagi hanya menggelar sebuah partai eksebisi bernama Trofeo Berlusconi yang musim ini digelar bertepatan dengan laga fase grup Liga Champions Oktober silam.

“Saya senang bisa memainkan laga final di San Siro, karena di sana murni sepakbola,” ujar pelatih Atletico Diego Simeone seperti dikutip Football Italia.

“Stadion yang indah, dan para pemain tidak tahu atmosfer yang menanti mereka di sana. Saya sudah pernah main di sana, jadi saya tahu rasanya,” sambungnya.

Setelah dua tahun meramaikan kota Lisbon, duel Madrid dan Atletico akan menghidupkan lagi Milan yang sempat “mati suri” musim ini.

12 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply